Melalui website ini kami mau bersaksi dan membagikan berkat-berkat pengalaman dengan Tuhan kepada siapa saja yang mau menerimanya. Kami juga mengharapkan tukar pengalaman dari saudara-saudari yang berkenan memberi tanggapan melalui website ini.
Kalau ada kekurangan sampaikanlah kepada kami. Sebaliknya kalau Anda diberkati, beritahukanlah website ini kepada orang-orang lain. Kiranya kami boleh menjadi berkat dan Tuhan dipermuliakan. Tuhan memberkati.
Salam hormat kami,
Christanday Family
(baca sekilas tentang kami)
Key: F
F Gm/F F Bb
Ku cari wajahMu temukan kasihMu
Gm C F
Kau bukan Tuhan yang jauh dariku
F Gm/F F Bb
Ku panggil NamaMu kudengar jawabMu
Gm F/A Bb Gm C
Kau Tuhan yang s'lalu dengar seruan ha-tiku
F
Sungguh indah Kau Tuhan
F/A Bb
Penuh kasih dan sayang
Gm F/A
Kau tempat penghiburan
Bb Gm C
Bagi setiap hati yang terluka
F
Sungguh indah Kau Tuhan
F/A Bb
Menara perlindungan
Gm F/A
Kau sumber kekuatan
Bb C11 F
Bagi semua orang yang membutuhkan
Bangkit Srukan Nama Yesus
Ir. Erwin Badudu, Franky Sihombing
Key: G
C/G G C/G G G/D D
Bang- kit s'ru- kan nama Ye - sus
Em7 F D11 D
Maju nyatakan KuasaNya
Em7 C
Kita buat i-blis gemetar
Em7 C
Kalahkan ti-pu dayanya
Am7 G/B C (Am7) Dsus D
De - ngan Kuasa Nama- Nya
reff:
G G/B C C/D G G/B C
Nama Yesus menara yang kuat
C/D G F D11 D
Nama Yesus Kota benteng yang teguh
Am7 G/D C/D D G G/B C
Nama Yesus kalah-kan se-mua mu - suh
Am7 G/D C/D D G
Nama Yesus diatas s'ga- la-nya
Amazing grace
How sweet the sound
That saved a wretch like me
I once was lost, but now I’m found
Was blind, but now I see
‘Twas grace that taught my heart to fear
And grace my fears relieved
How precious did that grace appear
The hour I first believed
Chorus:
My chains are gone
I’ve been set free
My God, my Savior has ransomed me
And like a flood His mercy reigns
Unending love, Amazing grace
The Lord has promised good to me
His word my hope secures
He will my shield and portion be
As long as life endures
The earth shall soon dissolve like snow
The sun forbear to shine
But God, Who called me here below
Will be forever mine
Will be forever mine
You are forever mine
Direkam di IFGF GISI Houston
Great is Your faithfulness oh God
You wrestle with the sinner’s heart
You lead us by still waters in to mercy
And nothing can keep us apart
So remember Your people
Remember Your children
Remember Your promise
Oh God
Your grace is enough
Your grace is enough
Your grace is enough for me
Great is Your love and justice God
You use the weak to lead the strong
You lead us in the song of Your salvation
And all Your people sing along
Direkam di IFGF GISI Houston
WE WILL SING, SING, SING
Intro E C#m B A E
E
We will sing, sing, sing
And make music with the heavens
C#m
We will sing, sing, sing
Grateful that You hear us
B
When we shout your praise
A E (E A Ab)
Lift high the name of Jesus
E
What's not to love about You?
Heaven and earth adore You
C#m
Kings and kingdoms bow down
B
Son of God, You are the One
A
You are the One we're living for
E
You are the love that frees us
You are the light that leads us
C#m
Like a fire burning
B
Son of God, You are the One
A
You are the one we're living for
Direkam di IFGF GISI Houston
Masuk hadirat-nya dengan hati bersyukur
Masuk gerbang-Nya dengan pujian
Bermazmurlah bagi Dia, nyanyikan nyanyian baru
Bersukacita sekarang menyembah dia
Masuk hadirat-nya dengan hati bersyukur
Masuk gerbang-nya dengan pujian
Bermazmurlah bagi dia, nyanyikan nyanyian baru
Bersukacita sekarang tinggikan dia
Reff:
Saat hati bersyukur dan jiwapun bersuka
Hadirat allah nyata dalam pujian
Saat kami menyembah dan tanganpun terangkat
Tuhan hadir dalam pujian umat-nya
Direkam di IFGF GISI Houston, TX
Telah terbit buku baru “Apa Salahnya Musik Gaul?” oleh Andreas Christanday, diterbitkan oleh Penerbit Andi @ Rp 20.000,-
Buku ini membahas betapa dahsyatnya pengaruh musik bagi tubuh, jiwa dan roh serta lingkungan hidup. Tujuannya adalah agar kita bisa selektif memanfaatkan musik dengan tepat guna dan sehat.
Pada suatu waktu, saya bertemu dengan seorang karyawan lulusan SLB (Sekolah Luar Biasa). Dalam dialog, saya bertanya tentang kurikulum: “Diajarkan apa saja di sana?” Jawabnya membuat saya berkomentar dalam hati: “Oh pantas kamu malas…” karena ia menjawab: “Ya macam-macam, termasuk ketrampilan geraji-menggeraji … kalau sampai pelajaran itu saya meninggalkan kelas…” sambil tersenyum.
Begitulah jadinya ia. Bersyukur, ia bekerja di lingkungan teman-teman yang rajin bekerja dan rohani. Lambat laun ia mulai rajin bekerja, dapat membaca dengan lancar dan berani berdoa dalam persekutuan; bahkan akhirnya iapun menemukan pasangan hidupnya dan menikah dengan baik.
“Koinonia” atau persekutuan kristen merupakan kelas yang ampuh untuk saling belajar dan membentuk, sehingga penulis Ibrani melarang ”Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, terlebih lagi sementara kamu melihat hari Tuhan semakin mendekat”.(Ibr. 10:25) Amsal 27:17 juga berkata “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”
Petrus dan Yohanes adalah nelayan yang biasa-biasa saja dan orang yang sederhana, bahkan dalam pengiringannya dengan Yesus Petrus sempat ketakutan dan menyangkali gurunya. Ia bukan type pemberani apalagi sebagai pembicara di depan umum, menghadapi orang-orang pintar seperti ahli torat dan farisi. Namun sesuatu telah terjadi, kuasa kebangkitan Kristus telah membuatnya begitu gagah berani berkhotbah di depan umum, penuh kuasa sehingga ada 5000 orang yang bertobat. Orang dibuatnya bertanya-tanya dan kagum “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.” (Kis. Rsl. 4:13) Bagaimana mereka yang orang biasa dan tidak terpelajar bisa sepandai dan seberani itu. Akhirnya mereka menemukan sendiri jawabnya karena keduanya sebagai pengikut Yesus. Ya, bersekutu dengan Yesus dan murid-murid yang lain itu rahasianya untuk menjadi berani dan berhikmat. Karena itu walaupun ada orang-orang yang membiasakan diri menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan, marilah justeru kita makin giat memanfaatkannya untuk bertumbuh bersama, apalagi kedatangan Tuhan yang tiba-tiba itu makin dekat.
Dari pengalaman bertahun-tahun dalam penggembalaan, saya menyimpulkan: orang yang tiba-tiba tidak aktif lagi dalam persekutuan biasanya “terjadi apa-apa” dalam hidupnya; dan sebaliknya, orang yang tidak setia hadir dalam persekutuan, mudah “terkena apa-apa” dalam hidupnya. Karena itu rajin dan setialah serta waspadalah!
Refleksi
Sekolah Luar Biasa yang sesungguhnya adalah persekutuan dengan Yesus.
Outline:
Direkam di IFGF GISI Houston, TX
Ada seorang hamba Tuhan yang menerima panggilan untuk mendoakan seorang ibu yang sudah sangat tua dan sakit parah.
Jujur, hamba Tuhan ini gelisah dan bingung, ia harus berdoa apa? Sudah tua dan sakit parah lagi! Untuk mendoakan agar segera mati tentunya tidak etis; sedangkan untuk mendoakan kesembuhan rasanya tidak mungkin. Bagaimana ini?
Tetapi, karena ia sadar dirinya “hamba” Tuhan, tidak ada pilihan lain kecuali taat, berangkat dan mendoakan, titik.
Tiba di tempat, hamba Tuhan ini mendoakan kesembuhan dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan yang mahakuasa, lalu pulang.
Aneh, tapi nyata….emak yang sudah tua renta dan menjelang ajal itu, ternyata sembuh, sehat kembali, bahkan diberi panjang umur.
Melihat kasus ini, si Hamba Tuhan dengan keheran-heranan bertanya dalam hatinya: “Apa yang menyebabkan ibu tua ini sembuh? Apakah karena doa saya? Ah nggak, karena saya sendiri waktu itu bingung dan hanya berdoa begitu saja. Maka, kalau ibu ini sembuh, itu bukan karena doa saya, tetapi karena saya mau berdoa… ya itu rahasianya, ketaatan seorang hamba!” Hamba Tuhan ini menyesal, karena ia telah membatasi kuasa Allah, sebaliknya ia diajar untuk rendah hati dan taat melaksanakan tugas.
Ya, itulah arti sebuah kejujuran, kerendahan hati, ketulusan, ketaatan dan iman seorang hamba. Kalau “karena doa saya”, itu artinya doanya yang hebat seperti mantra; tetapi kalau “karena saya berdoa” itu artinya iman dan ketaatan.
Pengalaman seperti ini yang kemudian mendorong hamba Tuhan ini untuk memfokuskan diri pada pelayanan doa kesembuhan, dan mengarang buku tentang itu.
Barangkali ini merupakan salah satu sebab, mengapa masalah-masalah kita belum terselesaikan. Karena pada saat Tuhan memerintahkan kita untuk: meminta, mencari dan mengetuk; kita malas dan tidak mau melakukannya dengan berbagai alasan, pada hal kita yang kurang percaya dan tidak mau taat.
Marilah kita ingat, siapakah diri kita? Kalau kita berani berkata “aku hamba Tuhan” alias “doulos” (budak), maka bagi seorang “doulos” tidak ada pilihan lain kecuali taat. Mari kita mengerjakan tugas dan kewajiban kita dan biarkan Tuhan menyelesaikan tugasNya.
Refleksi
“Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”
(Lukas 17:10)