Bacaan: Roma 7:18-26
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kol 3:2)
Apakah orang Kristen selalu hidup dalam pergumulan? Jawabannya adalah “Ya”. Kecuali orang Kristen itu hanya sekedar:
Orang Kristen yang benar akan sering bergumul karena ia selalu menghadapi dilema antara mengikuti kehendak Allah dan kehendak manusia. Dalam mengambil keputusan mereka akan mempertimbangkan dan mengutamakan kerajaan Allah dan kebenaranNya yang kadang berbeda dengan kehendak manusia; seperti FirmanNya:
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat. 6:33)
Sebagai contoh, dalam menghadapi hal yang berkesan positif, ia mendapat tawaran untuk memperoleh keuntunganyang besar tetapi harus lewat cara “KKN” (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Ia akan bergumul untuk menerima atau menolak tawaran tersebut. Sebaliknya dalam menghadapi hal yang negatifpun, seperti waktu orang yang dikasihinya meninggal dunia, ia akan bergumul memikirkan kehendak Tuhan yang pasti positif di balik peristiwa itu. Ia berjalan dengan iman karena Firman Tuhan berkata:
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)
Dan kita memang dianjurkan untuk memikirkan hal-hal yang positif saja, seperti FirmanNya:
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Fil. 4:8).
Bahkan orang Kristen yang sungguh-sungguh beribadah bisa menderita aniaya sebagai konsekuensi mengutamakan kerajaan Allah dan kebenaranNya.
“Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” (II Tim. 3:12-13)
Tidak heran, seorang hamba Tuhan dengan humor berkata: “Sampai orang lain mengatakan anda aneh, fanatik, ketinggalan zaman atau gila-gilaan, anda belum sungguh-sungguh menjadi orang kristen.”
Melalui buku ini, anda akan diajak menggumuli masalah-masalah yang sering dialami oleh orang Kristen baru. Sejak ia lahir baru, dalam proses pertumbuhan imannya sampai soal pekerjaan dan pelayanannya. Buku ini bukan buku theologia atau doktrin yang rinci dan akademis, melainkan buku yang sederhana dan praktis yang ditulis berdasarkan pengalaman penulis sendiri sejak ia menjadi Kristen. Dari pergumulan-pergumulan ini anda akan belajar bagaimana jalan keluar dan kemenangannya. Selamat bergumul, Tuhan memberkati!
Leave a Reply