line line

Doa dan Ketaatan

VN:F [1.9.1_1087]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)

Ada seorang hamba Tuhan yang menerima panggilan untuk mendoakan seorang ibu yang sudah sangat tua dan sakit parah.

Jujur, hamba Tuhan ini gelisah dan bingung, ia harus berdoa apa? Sudah tua dan sakit parah lagi! Untuk mendoakan agar segera mati tentunya tidak etis; sedangkan untuk mendoakan kesembuhan rasanya tidak mungkin. Bagaimana ini?

Tetapi, karena ia sadar dirinya “hamba” Tuhan, tidak ada pilihan lain kecuali taat, berangkat dan mendoakan, titik.

Tiba di tempat, hamba Tuhan ini mendoakan kesembuhan dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan yang mahakuasa, lalu pulang.

Aneh, tapi nyata….emak yang sudah tua renta dan menjelang ajal itu, ternyata sembuh, sehat kembali, bahkan diberi panjang umur.

Melihat kasus ini, si Hamba Tuhan dengan keheran-heranan bertanya dalam hatinya: “Apa yang menyebabkan ibu tua ini sembuh? Apakah karena doa saya? Ah nggak, karena saya sendiri waktu itu bingung dan hanya berdoa begitu saja. Maka, kalau ibu ini sembuh, itu bukan karena doa saya, tetapi karena saya mau berdoa… ya itu rahasianya, ketaatan seorang hamba!” Hamba Tuhan ini menyesal, karena ia telah membatasi kuasa Allah, sebaliknya ia diajar untuk rendah hati dan taat melaksanakan tugas.

Ya, itulah arti sebuah kejujuran, kerendahan hati, ketulusan, ketaatan dan iman seorang hamba. Kalau “karena doa saya”, itu artinya doanya yang hebat seperti mantra; tetapi kalau “karena saya berdoa” itu artinya iman dan ketaatan.

Pengalaman seperti ini yang kemudian mendorong hamba Tuhan ini untuk memfokuskan diri pada pelayanan doa kesembuhan, dan mengarang buku tentang itu.

Barangkali ini merupakan salah satu sebab, mengapa masalah-masalah kita belum terselesaikan. Karena pada saat Tuhan memerintahkan kita untuk: meminta, mencari dan mengetuk; kita malas dan tidak mau melakukannya dengan berbagai alasan, pada hal kita yang kurang percaya dan tidak mau taat.

Marilah kita ingat, siapakah diri kita? Kalau kita berani berkata “aku hamba Tuhan” alias “doulos” (budak), maka bagi seorang “doulos” tidak ada pilihan lain kecuali taat. Mari kita mengerjakan tugas dan kewajiban kita dan biarkan Tuhan menyelesaikan tugasNya.

Refleksi

“Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

(Lukas 17:10)

line
footer
Join Good Neighbour Society to have your own website.