Pada suatu waktu, saya bertemu dengan seorang karyawan lulusan SLB (Sekolah Luar Biasa). Dalam dialog, saya bertanya tentang kurikulum: “Diajarkan apa saja di sana?” Jawabnya membuat saya berkomentar dalam hati: “Oh pantas kamu malas…” karena ia menjawab: “Ya macam-macam, termasuk ketrampilan geraji-menggeraji … kalau sampai pelajaran itu saya meninggalkan kelas…” sambil tersenyum.
Begitulah jadinya ia. Bersyukur, ia bekerja di lingkungan teman-teman yang rajin bekerja dan rohani. Lambat laun ia mulai rajin bekerja, dapat membaca dengan lancar dan berani berdoa dalam persekutuan; bahkan akhirnya iapun menemukan pasangan hidupnya dan menikah dengan baik.
“Koinonia” atau persekutuan kristen merupakan kelas yang ampuh untuk saling belajar dan membentuk, sehingga penulis Ibrani melarang ”Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, terlebih lagi sementara kamu melihat hari Tuhan semakin mendekat”.(Ibr. 10:25) Amsal 27:17 juga berkata “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”
Petrus dan Yohanes adalah nelayan yang biasa-biasa saja dan orang yang sederhana, bahkan dalam pengiringannya dengan Yesus Petrus sempat ketakutan dan menyangkali gurunya. Ia bukan type pemberani apalagi sebagai pembicara di depan umum, menghadapi orang-orang pintar seperti ahli torat dan farisi. Namun sesuatu telah terjadi, kuasa kebangkitan Kristus telah membuatnya begitu gagah berani berkhotbah di depan umum, penuh kuasa sehingga ada 5000 orang yang bertobat. Orang dibuatnya bertanya-tanya dan kagum “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.” (Kis. Rsl. 4:13) Bagaimana mereka yang orang biasa dan tidak terpelajar bisa sepandai dan seberani itu. Akhirnya mereka menemukan sendiri jawabnya karena keduanya sebagai pengikut Yesus. Ya, bersekutu dengan Yesus dan murid-murid yang lain itu rahasianya untuk menjadi berani dan berhikmat. Karena itu walaupun ada orang-orang yang membiasakan diri menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan, marilah justeru kita makin giat memanfaatkannya untuk bertumbuh bersama, apalagi kedatangan Tuhan yang tiba-tiba itu makin dekat.
Dari pengalaman bertahun-tahun dalam penggembalaan, saya menyimpulkan: orang yang tiba-tiba tidak aktif lagi dalam persekutuan biasanya “terjadi apa-apa” dalam hidupnya; dan sebaliknya, orang yang tidak setia hadir dalam persekutuan, mudah “terkena apa-apa” dalam hidupnya. Karena itu rajin dan setialah serta waspadalah!
Refleksi
Sekolah Luar Biasa yang sesungguhnya adalah persekutuan dengan Yesus.
Leave a Reply